MENU

Islamic Widget

Kamis, 19 Agustus 2010

Mentuhankan Dunia - Waspada Akhir Jaman 2

Belum pernah umat Islam hidup tanpa naungan Khilafah Islamiyyah seperti yang dialami dewasa ini. Keadaan umat Islam dewasa ini mirip seperti keadaan Nabi dan para sahabat saat berjuang di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah. Mereka mengalami pengusiran dari rumah, penganiayaan, penyiksaan, pemboikotan bahkan pembunuhan. Sedemikian hebatnya penderitaan yang dialami, sehingga sempat sahabat Khabab bin Arat datang dan mengeluh di hadapan Nabi. Apa jawaban Nabi saat itu?


“Ada seseorang dahulu yang ditanam badannya ke dalam bumi hingga sebatas lehernya lalu kepalanya digergaji sehingga terbelah dua namun hal itu tidak menghalanginya dari tetap beragama. Kemudian disisir dengan besi sehingga terkelupas dagingnya dan tampaklah tulangnya namun hal itu tidak menghalanginya dari tetap beragama. Demi Allah, sungguh urusan ini akan disempurnakan sehingga seorang pengembara berjalan dari San’a hingga Hadramaut tidak merasa takut kepada apapun selain Allah atau srigala yang menerkam gembalanya. Akan tetapi kalian tergesa-gesa…!” (HR Bukhary 3343)

Ayyuhal Ikhwah, apa yang kita alami dewasa ini merupakan sunnatullah. Ini merupakan suatu cara bagi Allah untuk menseleksi siapa di antara orang-orang yang mengaku beriman memang sungguh-sungguh beriman. Allah tidak berkenan memberikan kemenangan bagi umat Islam sebelum mereka mengalami penempaan yang semestinya. Bersabarlah. Jangan mengira bahwa sikap diam dan seolah tidak berbuat merupakan sikap pasif dan mengalah..! Jangan kira bahwa mereka yang menghiasi media-massa berlomba merebut panggung kekuasaan merupakan fihak yang paling berjasa bagi perjuangan umat dan perubahan sosial.

Pada tahap ini yang diperlukan adalah orang-orang beriman yang mampu menahan diri sambil terus membina pribadi dan keluarganya serta umat di sekelilingnya bersiap-siaga menghadapi masa-masa kritis peralihan dari babak keempat menuju babak kelima. Peralihan dari babak kepemimpinan Mulkan Jabriyyan menuju tegaknya kembali Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah. Suatu bentuk peralihan yang seringkali digambarkan sebagai fase Huru-Hara Akhir Zaman. Suatu peralihan yang sudah barang tentu tidak akan dilalui seperti berjalan di taman bunga dan permadani mewah. Suatu peralihan yang sangat boleh jadi menuntut tertumpahnya tetesan airmata dan darah.

Ingatlah Yaa Ikhwah, kondisi dunia dewasa ini sudah berada di ambang menjelang munculnya tanda-tanda besar Kiamat. Sebab hampir seluruh tanda-tanda kecil Kiamat yang Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam prediksikan sudah muncul di zaman ini. Marilah kita persiapkan diri dan keluarga untuk menyongsong kehebohan akhir zaman dalam rangka menyongsong kejayaan Islam yang sesungguhnya. Bukan kejayaan artifisial seperti yang sebagian umat Islam dan sebagian besar umat manusia terlibat di dalamnya saat ini.Allah telah mengatur jadwal kemenangan dan kehancuran masing-masing umat. Marilah kita bersabar menjalani zaman ketika Allah taqdirkan kekalahan menimpa umat Islam. Jangan hendaknya ketidaksabaran menyaksikan kemenangan kaum kuffar (yang memang sedang Allah gilir) mengakibatkan kita ikut-ikutan dalam tarian dan nyanyian yang genderangnya dikumandangkan oleh fihak musuh. Sadarilah bahwa Nabi dan para sahabatpun sempat mengalami penderitaan sebelum akhirnya Allah izinkan mereka berhijrah dan meraih kemenangan hakiki di Madinah. Jangan hendaknya keingingan untuk menang menyebabkan kita bertingkah ikut-ikutan, bahkan bergabung dibawah keinginan kuffar, keroco2 dan tunduk dibawah kaki mereka agar dunia yg secuil ini didapat?, Na'dzubillah.

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS Ali Imran ayat 139-140)

Allah menguji kesabaran kaum muslimin menghadapi kepemimpinan para penguasa yang memaksakan kehendak seraya mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya. Sistem hidup yang mereka tawarkan merupakan sistem yang jauh dari nilai-nilai keimanan bahkan didominasi oleh nilai-nilai kekufuran.

Inilah zaman yang sarat dengan fitnah. Keterlibatan seorang muslim dalam aspek kehidupan modern manapun sangat berpotensi mendatangkan dosa bagi dirinya. Rangkaian fitnah yang sedemikian hebat akan berpuncak pada munculnya fitnah terbesar yakni fitnah Dajjal. Barangsiapa yang sanggup menyelamatkan dirinya dari gelombang ujian fitnah ini sebelum munculnya fitnah Dajjal, maka akan sangat berpeluang selamat pula pada saat munculnya fitnah Dajjal. Demikianlah peringatan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam:

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ (أحمد)

Suatu ketika ihwal Dajjal dibicarakan di hadapan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Kemudian beliau bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal). Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali dalam rangka menyongsong fitnah Dajjal.” (HR Ahmad V/389)

Apakah fitnah menjelang fitnah dajjal itu?, kesemuanya dapat dilihat pada saat sekarang ini yaa ikhwah, kepalsuan, tipu daya dunia merajalela dimana-mana, sehingga jika dapat dilihat dengan akal yg jernih dan dgn kaca mata IMAN, maka nyatalah kehidupan ini mengarah MENTUHANKAN DUNIA. Kesamaan arah ini akan membawa manusia menyambut segala godaan duniawi hinggaAllah menguji kesabaran kaum muslimin menghadapi kepemimpinan para penguasa yang memaksakan kehendak seraya mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya. Sistem hidup yang mereka tawarkan merupakan sistem yang jauh dari nilai-nilai keimanan bahkan didominasi oleh nilai-nilai kekufuran.

Inilah zaman yang sarat dengan fitnah. Keterlibatan seorang muslim dalam aspek kehidupan modern manapun sangat berpotensi mendatangkan dosa bagi dirinya. Rangkaian fitnah yang sedemikian hebat akan berpuncak pada munculnya puncak fitnah yakni fitnah Dajjal. Barangsiapa yang sanggup menyelamatkan dirinya dari rangkaian fitnah sebelum munculnya fitnah Dajjal akan sangat berpeluang selamat pula pada saat munculnya fitnah Dajjal. Demikianlah peringatan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam:

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ (أحمد)

Suatu ketika ihwal Dajjal dibicarakan di hadapan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Kemudian beliau bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal). Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali dalam rangka menyongsong fitnah Dajjal.” (HR Ahmad V/389)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar